|
Membakar Lemak dengan Sarapan |
|
|
Sejak kecil, kita dibiasakan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas. Tujuannya, menyediakan energi untuk tubuh. Tapi ternyata, sarapan juga bisa dimanfaatkan untuk membakar lemak.
Asupan sarapan yang bisa membakar lemak adalah makanan yang dibuat dengan karbhohidrat "slow release", seperti oatmeal atau sereal bekatul. Mengonsumsi kedua jenis sarapan tersebut sebelum berolahraga membantu Anda membakar lebih banyak lemak. Demikian saran dari sebuah penelitian baru-baru ini yang telah dipublikasikan di Journal of Nutrition.
Dalam penelitiannya, para peneliti mengukur tingkat pembakaran lemak pada 8 wanita sehat setelah mereka mengonsumsi dua menu sarapan. Sarapan pertama, terdiri dari muesli dengan susu, buah persik, yoghurt, dan jus apel sedangkan sarapan kedua terdiri dari cornflake dengan skim susu, roti putih dengan mentega dan selai, serta minuman energi. Kedua menu sarapan mengandung jumlah kalori yang sama.
Menu sarapan pertama adalah makanan rendah indeks glisemik (GI/perangkingan makanan berdasarkan seberapa banyak makanan tersebut meningkatkan gula darah), sedangkan menu sarapan kedua adalah makanan tinggi GI. Secara umum, makanan yang mengandung protein, lemak, dan/atau serat—dicerna lebih lambat—memiliki skala GI lebih rendah daripada kebanyakan karbohidrat (misalnya roti putih).
Pada hari-hari di mana para partisipan sarapan makanan ber-GI rendah, mereka membakar hampir dua kali lebih banyak lemak saat berjalan selama 60 menit, sama seperti yang mereka lakukan pada hari-hari ketika sarapan ber-GI tinggi. Alasannya, muesli (ber-GI rendah) lebih lambat dicerna, tidak meningkatkan gula darah secara tiba-tiba setinggi yang didapatkan dari sarapan cornflake (ber-GI tinggi).
"Pada gilirannya, tingkat insulin tidak meningkat drastis, yang menjelaskan mengapa wanita yang mengonsumsi muesli, lemaknya lebih banyak terbakar," kata Ian MacDonald PhD., direktur penelitian di University of Nottingham Medical School.
Insulin sendiri berperan sebagai sinyal tubuh Anda untuk menyimpan lemak. Jadi, tingkat insulin yang lebih rendah dapat membantu Anda membakar lebih banyak.
Intinya, dilansir Eating Well, jika Anda mencari cara untuk membakar lebih banyak lemak, pilihlah makanan ber-GI rendah, seperti gandum daripada makanan ber-GI tinggi, seperti roti putih, sebelum berolahraga.(ftr) Â Sumber: Okezone |
|
Ketika Permen Karet Membahayakan Kesehatan |
|
|
Jakarta, Mengunyah permen karet mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk sebagian orang. Orang biasanya mengunyah permen karet untuk menyegarkan napas, pencuci mulut setelah makan, menghilangkan gugup atau bosan. Tapi pada kondisi tertentu permen karet dapat membahayakan kesehatan.
Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (13/7/2010), berikut beberapa kondisi yang membuat permen karet dapat membahayakan kesehatan:
1. Mengunyah permen karet saat perut kosong Pada dasarnya, permen karet dapat memfasilitasi ekskresi cairan lambung berlebih. Oleh karena itu, jika seseorang sering mengunyah permen karet dalam keadaan perut kosong, maka ia berisiko mengembangkan gastritis atau maag.
2. Mengunyah permen karet yang mengandung gula Mengunyah permen karet yang mengandung gula dapat memfasilitasi perkembangan bakteri berbahaya dalam mulut. Perkembangan bakteri di dalam mulut dapat berdampak lebih besar bila tidak diatasi dengan segera.
3. Sering mengunyah permen karet jadi malas sikat gigi Permen karet hanya membersihkan permukaan gigi dan ini tidak bisa menggantikan fungsi sebenarnya dari pasta gigi dan sikat gigi. Orang yang terbiasa mengunyah permen karet yang juga berfungsi sebagai pasta gigi, biasanya malas untuk menyikat gigi.
4. Terlalu sering mengunyah permen karet dapat menyebabkan peradangan sendi di rahang.
5. Mengunyah permen karet terlalu lama Gerakan yang berulang-ulang dalam mengunyah permen karet bisa mengarah pada pergerakan otot yang berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya garis-garis atau lipatan di sekitar daerah mulut.
Selain itu, terlalu sering mengunyah permen karet menyebabkan aktivitas otot yang berlebihan dan berpotensi memecah jaringan pendukung di bawah kulit. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap hilangnya volume jaringan dan elastisitas kulit. (mer/ir) Â Sumber: detikcom |
|
8 Jenis Diet yang Tidak Masuk Akal |
|
|
Ada-ada saja cara orang untuk mengurangi berat badan, baik untuk memperbaiki penampilan maupun tujuan kesehatan. Beberapa di antaranya memang efektif, meski sangat ekstrem dan dapat membahayakan kesehatan.
Efektivitas sebuah program diet kadang-kadang hanya dilihat dari bukti empiris saja, tanpa memperhatikan dasar ilmiah. Padahal meskipun berhasil pada seseorang yang pernah mencoba, belum tentu aman bagi oarng kebanyakan.
Berikut ini adalah 8 diet ekstrem yang tidak masuk akal, dikutip dari Forbes, Jumat (16/7/2010).
Diet Cuka Apel Menurut majalah Allure, sejumlah selebriti Hollywood seperti Heidi Klum dan Fergie termasuk penganut diet ini. Dengan minum 3 sendok teh cuka apel (Apple Cider Vinegar) sebelum makan, diyakini nafsu makan berkurang sekaligus banyak lemak akan terbakar.
Para ahli mengatakan tidak ada bukti ilmiah terhadap anggapan tersebut, bahkan kadar asam yang tinggi dapat membakar dinding perut dan kerongkongan. Namun jika kemudian menjadi sakit, maka anggapan itu menjadi benar karena orang sakit biasanya memang tidak punya nafsu makan.
Diet Cotton Ball (Bola kapas) Bola kapas yang biasa untuk merawat luka ternyata sering dipakai untuk menurunkan berat badan. Menurut pakar diet David Edelson, MD, beberapa model dan penari sengaja menelannya untuk membuat perut terasa penuh sehingga tidak cepat lapar.
Karena tidak bisa dicerna, maka keberadaan bola kapas di dalam perut sangat berisiko. Para ahli gizi menyarankan, makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan sebenarnya dapat memberi efek serupa tanpa efek samping.
Diet Cacing Pita Pada awal 1920-an, di Eropa pernah beredar kapsul obat diet dengan cacing pita di dalamnya. Cacing tersebut secara teori dapat menyerap sebagian makanan, sehingga tetap kurus meski banyak makan.
Namun pada praktiknya bantuan dari si cacing tidak pernah bisa dikendalikan. Nutrisi penting juga ikut dimakan, sehingga memicu masalah pencernaan dan kurang gizi.
Diet Pencahar Salah satu selebriti paling seksi, Beyonce menjaga bentuk tubuh dengan minum pencahar 2 kali sehari. Sedangkan untuk mengatasi rasa lapar, ia hanya mengkonsumsi jus yang berisi campuran lemon dan cabe rawit.
Apapun jenisnya, pencahar umumnya bersifat merusak sistem normal dalam saluran pencernaan. Penggunaan lebih dari 3-7 hari sangat tidak dianjurkan.
Diet Bretharianisme Di Amerika, diet ini dipopulerkan oleh praktisi yoga, Willey Brooks. Berawal dari keyakinan bahwa sinar matahari dan kekuatan spiritual adalah sumber kehidupan, penganut diet breatharianisme menghindari makan dan minum.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa manusia bisa bertahan hidup hanya dengan sinar matahari. Oleh karenanya, ahli gizi tidak menganjurkan diet semacam ini karena bisa memicu kelaparan.
Diet Freegan alias Diet Gratisan Diadaptasi dari diet Vegan atau hanya memakan makanan dari tumbuh-tumbuhan, penganut diet ini hanya memakan makanan yang tidak membutuhkan biaya (free) untuk mendapatkannya. Sisa makanan dari orang lain serta tumbuh-tumbuhan liar merupakan sumber nutrisi utama dalam diet ini.
Kalangan dokter mengatakan, tidak ada sisi negatif dari diet semacam ini selama tetap memperhatikan kebersihan. Kalaupun ada, hanya kesannya saja yang menjijikkan.
Diet Fletcherisme Pada awal tahun 1900-an, Horace Fletcher memperkenalkan metode diet yang cukup ekstrem. Makanan apapun yang dikonsumsi harus dikunyah 100 kali, lalu sari-sari yang bercampur dengan air liur ditelan sementara ampasnya dikeluarkan.
Meskipun memang sangat ekstrem, namun ada dasar ilmiah yang bisa menjelaskan flethcerisme. Menurut pakar gizi, mengunyah makanan secara perlahan dapat mencegah makan berlebihan.
Diet HCG (human chorionic gonadotropin) Hormon yang berasal dari plasenta ibu hamil ini diyakini dapat membakar lemak. Seseorang yang menyuntikkan hormon ini kemudian hanya mengonsumsi 500 kalori/hari diklaim dapat mengurangi berat badannya hingga 0,5 kg/hari.
Namun para dokter mengingatkan, suntikan hormon sangat berbahaya jika dilakukan tanpa indikasi yang jelas. Selain itu, asupan 500 kalori/hari dinilai terlalu rendah.(up/ir) Â Sumber: detikcom. Â |
|
Akibat Tak Cuci Tangan Setelah Pipis dan BAB |
|
|
Jakarta, Tak sedikit orang yang lupa mencuci tangan setelah buang air kecil dan besar di kamar mandi. Padahal, banyak sekali penyakit yang bisa datang bila Anda tak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.
Bakteri, virus, jamur dan penyakit parasit bisa terdapat pada kulit dan lendir, darah dan cairan tubuh lainnya. Beberapa kuman yang ditransfer melalui inhalasi dan lainnya bisa diperoleh dengan sentuhan.
Penularan penyakit fecal-oral (kotoran ke mulut) terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan teknik yang baik, yaitu dengan menggunakan sabun dan air, yang kemudian langsung menyentuh makanan.
Dilansir dari LiveStrong, Kamis (22/7/2010), mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dapat secara signifikan mengurangi transmisi penyakit-penyakit berikut:
1. Flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) Flu Singapura disebabkan oleh virus coxsackie dan enterovirus. Penyakit ini menyerupai flu yang disertai dengan terbentuknya lesi vesikular (bintil berisi cairan) di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Virus ini menyebar dengan memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan konten feces.
2. Hepatitis A Hepatitis A merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan sangat menular. Gejalanya seperti kelelahan, kulit menguning, urine gelap, mual dan muntah. Penularan hepatitis A terjadi ketika seseorang terinfeksi virus tidak hati-hati mencuci tangannya setelah menggunakan kamar mandi, kemudian mengolah makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.
3. Shigellosis Shigellosis adalah infeksi bakteri dengan gejala diare berair, kram perut dan demam. Kadang penyakit ini berkembang menjadi disentri, tinja berisi lendir, darah dan nanah. Shigellosis menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain dengan memakan makanan yang terkontaminasi oleh orang terinfeksi yang tidak cuci tangan setelah dari kamar mandi.
4. Giardiasis Giardiasis adalah penyakit parasit usus dengan gejala seperti perut berisi gas, kram dan diare. Giardiasis menyebar dengan mudah dengan minum air yang terinfeksi dari sumber yang tidak diobati atau melalui kontak tangan ke feces. (mer/ir) Â Sumber: detikcom
|
|
|